Cerita Perjalanan Snorkling


Saat itu aku dan tujuh temanku ngerasa udah kayak hampir meledak banget kepala karna tuntutan rutinitas masing-masing yang bikin hari-hari kami penuh. Hampir gak bisa istirahat dengan tenang setiap malamnya.

Sampai suatu hari kami ngecek kalender dan ternyata ada tanggal merah di hari Sabtu. Jadi sebetulnya liburnya cuma dua hari. Tapi karna udah saking stressnya kepala, kami berdelapan kepikiran buat izin dari hari Jumatnya dengan masing-masing alasan yang berbeda. Hahahaha! Senekat itu kami guys?!

Degdegan kami waktu ngadep buat izin, finally terbayar dengan izin yang kami dapetin saat itu. Huhhh... Akhirnya bisa liburan juga. Walaupun sebentar, at least penat kami bisa hilang dengan pemandangan laut yang selalu berhasil mencuri perhatian kami buat buat cuci mata.

“Mumpung masih single, kapan lagi nyobain berendam di air laut?”, kata salah satu temanku.

Berbagai persiapan kami lakukan sejak H-3 sebelum perjalanan. Packing ini itu. Mulai dari baju salin, barang-barang pribadi, obat-obatan pribadi, sampai makanan ringat. Kami sengaja bawa cemilan karna panjangnya durasi perjalanan pasti bakalan memaksa mulut kami buat ngemil. Hehehe


Jengjeeeeeennnngggg........

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Kami berangkat ke pelabuhan dari jam 2 dini hari. Karna kapal yang mau kami naikin akan start setelah shalat subuh. Daripada ketinggalan, mending nunggu.

Biar gak mabok di kapal, kami memutuskan untuk isi perut dulu dengan makan dan minum air hangat sebelum berangkat. Supaya nanti bisa menikmati perjalanan dengan pemandangan laut yang aduhai sangat memanjakan mata. Sayang banget kan kalau momen perjalanan dilewatin dengan sibuk ngurusin maboknya masing-masing??? Hehehe

Kami tiba di pulau tujuan jam 12 siang. Yey! Akhirnya sampai juga!!!

Kegirangan itu langsung terpancar dari wajah kami yang semula suram karna mikirin deadline sana sini. Turun dari kapal, kami berdelapan berjalan menuju penginapan. Semangat banget, asli. Langkahnya gede-gede banget karna gak sabar pingin cepet nyampe.

Siang itu, kami istirahat. Bersih-bersih, shalat dzuhur, dan rebahan di kasur untuk ngilangin pegel-pegel selama perjalanan tadi.

Perjalanan kami dimulai pukul 2 siang. Beuh.... lagi panas-panasnya tuh.. Tapi panas terik siang itu jadi gak berasa saking bahagianya bisa ketemu laut. Haha


We’re so happy guys!!!

Kami naik kapal menuju pulau terdekat dari pulau dimana kami menetap saat itu. Menikmati semilirnya angin dan dinginnya air di tengah lautan. Wow!!! Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan.. Ini anugerah terindah dari Allah yang pernah kami rasakan. Lagi puyeng-puyengnya masih Allah kasih kesempatan buat refreshing.

Hari berikutnya kami melakukan perjalanan ke pulau tetangga yang lain. Kali itu startnya dari pagi-pagi banget. Sehari bisa pindah 3 pulau hahaha..

Perjalanan yang cukup sebantar tapi puas banget rasanya. Isi galeri di hp pun penuh dengan koleksi foto-foto pemandangan dan selfi wajah berbinar-binar kami selama liburan. Momen snorkling juga jadi salah satu yang kami tunggu-tunggu dalam perjalanan ini. Tapi aku yang masih takut, terpaksa mengurungkan diri untuk tetap diam di kapal aja dengan menyelupkan kaki ke laut.

“Jauh-jauh ke tengah laut, ngapain gak nyemplung?!”, kata salah satu temanku.

Perkataan temanku itu berhasil membuatku mikir dan bergumam, “iya juga, ya?” Akhirnya aku dengan segenap rasa penasaranku memberanikan diri untuk turun ke laut. Sebelumnya, aku memakai pelampung dan segenap perlengkapan snorkling dulu untuk safety.

FINALLY!!!!!!!!!!!!!!!!!
Yeay! Aku turun ke air!!!

Ternyata seseger itu airnya kalau kita nyemplung langsung. Saat nyelupin kepala ke air laut, rasanya semua beban lepas dari pundak, semua penat makin pergi menjauh dari kepala, dan semua kejenuhan seketika menghilang dari diri ini. Dan ternyata snorkling bisa bikin ketagihan, guys!!!

Fix! Selama liburan, kami berusaha fokus rileks dengan suasana liburan yang sedang kami jalani. Kami mengurangi interaksi dengan handphone. Terlebih membuka grup yang berkaitan dengan urusan kerjaan. Say good bye dulu, deh buat semuanya.

Hari kedua kami full dari pagi di laut luas dan baru kembali ke penginapan setelah jam 6 sore. Kemudian malamnya kami isi dengan bakar-bakar ikan dan makan bersama. Uwwwwww surga banget rasanya!!!!

“Neng, kenapa pada jauh-jauh pergi ke pulau buat ngusir stress? Ini kan hanya pelarian. Nanti pas balik lagi juga stressnya ikut balik lagi.”, kata salah satu kenalan baru kami di pulau yang kami singgahi.

“Yah, pak.. gapapalah. Namanya juga usaha buat ngusir stress. Urusan nanti mah, gimana nanti aja. Lagian juga meskipun sementara, setidaknya nanti kita bisa kembali menghadapi peliknya kehidupan dengan lebih fresh dibanding sebelumnya.”

Keseruan terus berlalu hingga tiba waktunya tiga hari dua malam yang berkesan buat kami pun harus berakhir. Kami merasa pulang dengan suasana pikiran dan batin yang cukup fresh. Semua stress dan beban pikiran rasanya telah tertinggal bersama ikan-ikan di lautan luas.

***

Pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan ini adalah jangan terlalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu. Memang, totalitas itu perlu. Sangat penting, bahkan. Tapi kamulah yang mengerti keadaanmu. Hanya kamu yang mampu mengukur seberapa besar kemampuanmu. Jangan terlalu diforsir, nanti capek sendiri. Karna kecapean itu kamu juga bisa sakit.

Lakukan semua sewajarnya saja. Karna setiap orang punya batas wajar pada kemampuannya masing-masing. Sayangi diri kalian sendiri!

Satu lagi, kalau liburan jangan bawa masalah, jangan bawa kerjaan, jangan bawa beban apapun! Nikmatin liburan kalian!

Btw, perjalanan ini aku gak bilang ke Ummi sebelumnya. Karna aku tahu, pasti Ummi bakal melarang aku untuk ikut pergi ke pulau bersama teman-temanku. Aku juga gak bilang kalau aku ada libur. Karna aku juga tahu, Ummi pasti minta aku untuk pulang ke rumah aja. Hehehe

Usai perjalanan dan setelah aku kembali ke Jakarta, baru aku bilang kalau beberapa waktu lalu aku pergi liburan sama teman-temanku.

Sekian.
Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

My Only One Favorite Song

Perpustakaan Mini di Sudut Kota Bekasi

Acc Sidang Tesis Jalur Sholawat