Cara Memposisikan Diri Saat Diremehin Orang Lain

"Allah enggak adil sama gue."
"Allah enggak pernah denger doa-doa gue."
"Allah enggak bakalan mengabulkan semua impian gue."
"Allah emang udah menakdirkan gue buat enggak sukses."
"Allah memberi garis hidup gue dengan kapasitas yang segini-segini aja."
"Allah ngasih otak gue emang enggak pinter-pinter amat."
"Allah emang enggak ridho kalau hidup gue enak."
dan segudang ucapan-ucapan negatif lainnya.

Saban hari kerjaannya ngehujat diri sendiri mulu. Toxic sama diri sendiri. Ngedumel. Ngeluh. Ngucap apa-apa yang bernilai negatif.

Udah gitu, yang terlintas di pikiran kita juga jadi negatif.
"Kemampuan gue emang segini doang kali ya."
"Ah, buat apa usaha capek-capek. Toh, rejeki di tangan Allah."
"Takdir hidup gue enggak enak amat sih ya."
"Yah, namanya juga hidup."
"Yaudahlah, pasrah aja."
dll.

Hey. Omongan kita harus baik. Ucapan kita harus positif. Pikiran dan semua yang kita lakukan usahain harus selalu baik. Walaupun kondisinya kita lagi negatif, kondisi kita lagi enggak down, lagi enggak percaya sama kemampuan diri sendiri, pokoknya gimana pun caranya setiap ucapan yang keluar dari lisan kita harus yang baik-baik.

Gimana caranya, keadaan lagi negatif tapi ucapannya tetep harus positif? Emangnya bisa? Bisa. Bisa banget. Caranya, coba kita lihat segala keadaan negatif itu dengan sudut pandang positif. Jangan udah keadaannya negatif, eh kita melihatnya juga dengan sudut pandang dari sisi negatif. Wah, udah deh. Enggak bener tuh..

Misal, kita lagi diremehin sama orang, dipandang rendah, dan dianggap enggak bisa apa-apa. Misalnya.

"Ah, lo banyak gaya."
"Udah lah, enggak usah sok bisa melakukan banyak hal."
"Kebanyakan mau, halah."
"Lo enggak usah lah kebanyakan keinginan."
"Bangun lo. Jangan kebanyakan mimpi."
"Halah, palingan juga ngomong doang."
"Sok punya kemampuan. Sombong lo."
dll.

Kalau ada yang ngomong begitu, dengerin aja. Jangan kepancing. Jangan emosi. Dengerin aja, udah. Diam di hadapan manusia, tapi tidak diam di hadapan Allah. Ceritain semua ke Allah. Bilangin sama Allah apa yang udah mereka lakukan ke kita.

"Yaa Allah, nih ada orang-orang yang ngeremehin aku. (sebutin namanya) Gimana nih? Terserah Engakau dah mau diapain aja tuh orang. Kalau bisa kasih mereka hidayah, kasih mereka petunjuk, kasih mereka perubahan ke arah yang lebih baik. Dan aku mohon juga kasih aku kemampuan, kasih aku jalan dan petunjuk supaya semua keinginan dan harapan bisa terwujud dalam waktu dekat. Aamiin."

Setelah doa, kemudian apa yang harusnya kita lakukan?

Bergerak. Terus bergerak. Jangan malah give up karena diremehin orang. Jangan nge-down akibat omongan negatif dari orang-orang buat kita. Bangkit. Dan inget, enggak ada impian yang tiba-tiba bisa tercapai kalau kitanya hanya diam aja. Enggak mungkin Allah mewujudkan impian kita tanpa kita berusaha.

Tahun ini aku resign dari tempat kerjaku untuk bisa fokus mengurus sebuah yayasan pendidikan yang keluargaku dirikan sejak 5 tahun yang lalu. Kenapa baru resign sekarang? Ada banyak pertimbangan di balik keputusan ini. Dan baru sekaranglah saatnya.

Ada banyak hal yang harus kita pikirin. Banyak hal yang harus kita jalani, harus kita fokusin. Urusan omongan orang yang ngeremehin kita mah ya udah lah, kesampingin aja dulu. Enggak penting. Yang paling penting sekarang adalah gimana caranya kita berupaya, berjuang, memperlihatkan kepada mereka bahwa kita bisa. TAPI jangan sombong. Benerin dulu niatnya, nih.

Niat kan ibarat pondasi dari sebuah bangunan. Akar dari sebuah tumbuhan. Maka, perbaiki niat sejak awal. Kalau selama ini niat kita masih kurang lurus, lurusin. Karena apa yang kita jalani dan apa yang nantinya kita dapatkan, semua tergantung niatnya.

Ketika kita dianggap remeh oleh orang lain, ketika itulah sesungguhnya kita tengah diuji oleh Allah. Seberapa besar sih keyakinan kita akan kekuasaan Allah???

Kalau ibaratnya dalam sebuah perusahaan, kita kerja nih di sebuah perusahaan. Nah, lagi asyik-asyik kerja, tiba-tiba ada gesekan, ada permasalahan antara kita dengan partner kerja kita. Eh, saking emosinya, akhirnya kepancing tuh amarah kita. Ribut. Berantem di kantor. Nah, kalau begini, nama baik siapa yang tercoreng? Nama baik siapa yang rusak? Hanya karena emosi kita kepancing sama gesekan dari teman kantor kita sendiri. Lantas, siapa yang rugi? Siapa yang akhirnya nyesel?

Yang gini-gini nih enggak cuma terjadi di lingkup perusahaan, tapi juga di lingkaran pertemanan, dan di lingkaran-lingkaran yang lain.

Toh, enggak semua omongan orang harus kita terima. Kita bisa saring mana omongan orang yang harus kita terima dan mana yang harus kita cuekin. Mana omongan orang yang harus kita jadikan sebagai masukan dan mana yang cukup sebatas kita dengerin aja. Enggak usah dibantah. Dengerin aja.

Diremehin, enggak apa-apa.
Dijatuhin, enggak masalah.
Direndahin, no problem.
Diinjak-injak, it's ok.

Yakin aja dalam diri bahwa kita enggak seperti apa yang mereka ucapkan ke kita. Yakin bahwa Allah akan mengangkat derajat kita di dunia dan di akhirat.

Enggak semua ucapan harus dibalas dengan ucapan. Karena kadang, kita perlu membalas ucapan dengan doa-doa terbaik.

Saat dicemooh, saat diremehin, dijatuhkan, direndahkan, diinjak-injak jangan lantas berdoa yang buruk untuk mereka yang mencemooh kita. Berdoa mah tetep berdoa yang baik-baik. Berkata yang baik-baik. Berucap yang baik-baik. Toh, semua yang keluar dari lisan kita, baik itu doa, atau hanya sekedar omongan biasa, semua akan kembali ke kita. Dan inget, keburukan enggak harus dibalas dengan keburukan. Kita akan jauh lebih keren dari mereka ketika kita mampu membalas keburukan dengan kebaikan.

***

Pelajaran berharga dari tulisan ini adalah "salaamatul insaan fii hifzhil-lisaan", keselamatan seseorang ada pada menjaga lisannya. 

"Siapa yang beriman kepada hari akhir, hendaknya dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari)

Kalau enggak bisa berkata baik, mending diam. Isi lisan dengan dzikir, shalawat, dan bacaan-bacaan tasbih.


Sekian.
Semoga bermanfaat. 

Comments

Popular posts from this blog

Perpustakaan Mini di Sudut Kota Bekasi

Acc Sidang Tesis Jalur Sholawat

My Only One Favorite Song