Beli iPhone Terbaru VS Berangkat Umroh

"Beli iPhone seri terbaru dengan harga puluhan juga aja bisa, masa buat melaksanakan ibadah umroh masih nanti-nanti aja? Padahal harganya cuma beda tipis." Begitulah sepenggal kalimat "julid" yang sering kita dengar di kalangan masyarakat yang enggak segan-segan meng-upgrade seri telepon genggamnya, meski harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah. Padahal, hp yang sekarang ada masih sangat layak pakai kok. Tapi kenapa setiap muncul seri terbaru selalu seperti seekor kucing yang baru ketemu ikan, langsung lahap. Hehehe

"Doain gue ya, gue pengen umroh juga."
"Doain gue ada rezeki buat berangkat umroh."
"Doain gue dong, pengen banget umroh nih."
"Doain gue ya biar bisa segera umroh."
"Doain gue biar uang gue segera cukup buat bayar umroh."
dll.

Berulang kali mengucap kalimat permintaan doa supaya bisa segera umroh, tapi masih mengutamakan urusan dunia. Berulang kali minta didoakan agar rezekinya Allah cukupkan untuk ibadah umroh, tapi masih menomorsatukan barang-barang yang sebetulnya belum penting-penting banget. Kalau ku bilang percuma didoakan, orang tersebut pasti tersinggung.

"Percuma didoain, kalau dari dirinya sendiri enggak ada usaha."
"Percuma didoain, kalau dirinya sendiri masih mementingkan urusan dunia."

Eits..
Tapi hati-hati, karna kita kan enggak tau apa alasan dia masih lebih mementingkan ganti hp baru ketimbang nabung buat umroh. Mungkin memang lebih urgent. Atau mungkin memang ada satu alasan lain yang kita enggak tau kenapa dia lebih memilih menggunakan uangnya untuk ganti hp.

People do different things for different reasons.

Terlepas dari apapun yang menjadi alasan dia, doakan saja. Enggak ada salahnya toh mendoakan yang baik-baik untuk orang lain? Bukankah sebetulnya kita dianjurkan untuk selalu berdoa yang baik-baik untuk orang lain? Urusan bagaimana alasannya, itu bukan urusan kita. Hanya dia dan Allah Yang Maha Mengetahui.

Niat kita baik. Mendoakan orang lain agar segera bisa melaksanakan ibadah umroh. Enggak usah "julid" dengan hp barunya. Enggak usah kepo dengan alasannya. Itu bukan urusan kita.

TAPI kudunya orang yang kepengen umroh itu juga ikut berusaha. Enggak cuma nyender sama doa-doa yang dia minta ke orang lain.

Apalah arti dari sebuah doa, jika tanpa usaha. 

Di tempat lain, banyak orang-orang yang rela kehilangan harta terbaiknya demi bisa berangkat umroh, sebab uang yang dia punya tidak cukup untuk membayar biayanya. Mulai dari berjualan, hingga sedekah.

Banyak cara terbaik yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan impian beribadah di tanah suci. Tapi, jalanilah cara yang benar-benar terbaik. Sebab beribadah di tanah suci bukan impian yang sembarangan.

Banyak orang mampu secara finansial, tapi belum mau berangkat umroh. Tapi banyak pula orang yang banting tulang sekuat tenaganya untuk bisa membiayai keberangkatan umrohnya.

Ada orang yang dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk membayar biaya umroh. Setiap tahun sekali, bahkan setiap bulan sekali. Allah cukupkan rezekinya untuk mengunjungi baitullah..

Tapi, ada pula orang yang berupaya sekuat tenaga untuk bisa menjalankan ibadah di tanah suci. Entah itu dagang, nabung, atau dengan cara-cara lain.

***

Pelajaran yang bisa diambil dari tulisan ini adalah persoalan umroh tidak dapat diukur dengan finansial yang kita miliki. Sebab ini soal niat. Seberapa kuat niat kita untuk melaksanakannya meski tidak cukup secara finansial, maka Allah akan bantu cukupkan. TAPI seberapa banyak uang yang kita punya, kita tetap tidak akan bisa menginjakkan kaki di tanah suci tanpa niat yang bulat untuk beribadah di rumah Allah.


Sekian.
Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

My Only One Favorite Song

Perpustakaan Mini di Sudut Kota Bekasi

Acc Sidang Tesis Jalur Sholawat