Self Toxic

#letstalkabout TOXIC.

Definisi toxic tuh apa sih? Racun? Gangguan? Atau apa?
Oke. Ada 2 jenis toxic yang harus kita pahami. 1) Toxic internal, dan 2) Toxic eksternal.Bedanya apa? Sesuai dari sebutannya masing-masing. Kalau yang pertama, yaitu toxic intern adalah toxic yang asalnya dari diri kita sendiri. Misal, pernah enggak kita ngerasa insecure? Kalau pernah, inilah yang dinamakan toxic dari dalam diri sendiri. Ketika kita melihat orang lain lebih bagus, lebih hebat, lebih cerdas, dsb.

"Dia pinter amat sih, otak gue mah boro-boro."
"Ih hebat ya masih muda udah jadi pengusaha, gue mah apa atuh."
"Wow keren banget sih dia bisa dapet peringkat 1 mulu, gue mah ga mungkin lah."
"Halah, orang kayak gue mau nyusul orang sehebat itu, gak bakal bisa."
"Bagus banget gambarnya, gambar gue mah kayak benang kusut."
dll.

Saat kita ada di posisi itu, tanpa sadar ucapan dan pikiran kita udah senegatif itu. Dan asli ini bahaya banget. Kenapa aku bilang bahaya? Ya karna dampaknya atau efeknya nanti bakalan kembali ke diri kita sendiri. Inilah yang disebut "perkataan adalah doa". Enggak cuma perkataan aja, tapi juga pikiran dan perbuatan. Semua itu bisa mempengaruhi apa yang akan terjadi sama diri kita di kemudian hari.

Coba deh, ganti semua omongan dengan omongan-omongan yang positif. Misal;

"Dia pinter amat sih, bismillah gue juga bisa sepinter dia."
"Ih hebat ya masih mudah udah jadi pengusaha, suatu hari nanti gue juga bakal jadi pengusaha."
"Wow keren banget sih dia bisa dapet peringkat 1 mulu, semester depan gue bakal dapet peringkat 1."
"Gue pasti bisa nyusul kehebatan dia."
"Gue bakal gambar yang lebih bagus."
dll.

Lah, kalau gitu berarti iri dong? Iri dalam kebaikan kan enggak apa-apa. Hehehe Kita ambil sisi positifnya aja. Ubah semua pikiran dan ucapan kita menjadi apa-apa yang positif. Omongannya benerin, usahanya tambahin.

Tapi, bukannya kita harus sadar akan batasan kemampuan kita? Iya. Justru itu. Ketika kita sadar bahwa kita belum sehebat mereka, maka kita kasih energi positif dalam setiap ucapan, pikiran, dan perbuatan kita. Bukannya malah jadi down.

Apa yang kita ucapkan adalah apa yang kita pikirkan. Dan apa yang kita perbuat adalah apa yang kita ucapkan.

Nah, yang kedua adalah toxic eksternal. Apa sih yang dimaksud dengan toxic eksternal? Toxic eksternal adalah toxic yang berasal dari luar diri kita alias dari orang lain. Bisa teman, sahabat, bahkan saudara kita sendiri. Mereka ini yang ngasih energi negatif  dalam setiap ucapan yang ditujukan kepada kita. Misal, pernah enggak kita ngerasa diremehin orang? Dijelekin atau dijatuhin? Sampai kita kehilangan kepercayaan diri kita. Kalau pernah, ini namanya toxic eksternal.

"Halah, mana bisa lo sehebat gue."
"Ah, enggak mungkin lo bisa dapet peringkat 1 ngalahin gue."
"Ih, ngaca dong. Orang kayak lo mah enggak bisa sukses."
"Yailah, mimpi mulu siang bolong. Bangun woy. Awas jatoh."
dll.

Secara enggak langsung, energi negatif dari setiap ucapan mereka bakal nular ke kita. Bikin kita jadi mikir yang negatif juga, dan yang lebih parahnya kita enggak percaya lagi dengan kemampuan diri kita.

"Iya ya, bener juga. Gue mana bisa sih dapet peringkat 1."
"Udahlah, percuma juga gue usahain. Toh, kemampuan gue cuma segini."
"Bener juga sih, selama ini gue ga ngaca. Gue terlalu kepedean."
"Mimpi gue terlalu tinggi. Mustahil banget gue bisa jadi sehebat dia."
dll.

Lah, bukannya malah bagus? Karna omongan mereka, kita jadi lebih sadar akan kemampuan diri kita kan. Hey! Sadarnya sih iya bagus. Tapi energi negatifnya kudu dibuang jauh-jauh. Kalau kita sadar tapi kita malah terpuruk dengan keadaan, yaa gimana bisa ngerubah keadaan?

Bangkit dong. Bangkit. Berusaha berubah. Hanya kita yang paling mengerti apa yang harus kita lakukan. Hanya kita juga yang paling mengetahui apa yang seharusnya kita lakukan.

***

Pelajaran yang bisa kita ambil dari tulisan ini adalah

Jadikan diri kita sebagai driver untuk diri kita sendiri! Buang semua energi negatif dan gantikan dengan energi positif.

Sekian.
Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

My Only One Favorite Song

Perpustakaan Mini di Sudut Kota Bekasi

Acc Sidang Tesis Jalur Sholawat