Tentang Sebuah Keyakinan

"Yakin". Satu kata yang punya energi positif yang sangat sangat sangat kuat. Bahkan mampu mengubah keadaan kita di masa depan. Satu jam kemudian kan termasuk masa depan ya? Hehe Kita enggak pernah tau apa yang nanti akan terjadi, bahkan di 1 menit kemudian. Apalagi dengan yang terjadi di 1 tahun kemudian. Kita semua enggak tau. Semua adalah rahasia Allah. Betul?

"Yaudasi, yakin aja dulu."
"Gue sih yakin. Bismillah."
"Oke gue yakin."
"Bismillah gue yakin 100%."
"Gue mah modal yakin."

Enggak ada yang enggak mungkin. Semuanya sangat mungkin terjadi di dunia ini. Ketika cita-cita kita dianggap enggak mungkin tercapai oleh orang lain, enggak usah ngomel. Enggak perlu ngedumel. Enggak ada gunanya ngedown. Karena ketika kita yakin, semua yang orang bilang enggak mungkin itu bakal berubah jadi mungkin. Sangat mungkin.

Kita punya Allah. Kita sama-sama tau kan kalau Allah tuh Maha Mengubah segala hal. Apapun. Pokoknya segalanya dah. Kita udah tau kok, tapi kenapa kita masih ragu?

Allah Maha Mengubah keadaan hamba-Nya yang mau berubah.

Tuh. Kalo kitanya nyengir doang, rebahan doang, leyeh-leyeh doang, senderan di tiang, yaelah mana bisa berubah? Mana bisa cuy? Terus gimana? Usaha dong. Bangkit. Gimana caranya supaya cita-cita lo tercapai. Gimana caranya supaya tujuan hidup kita terlaksana. Nah, jangan lupa, usahanya kudu dijalanin bareng keyakinan.

Kalo kita usaha, tapi kita enggak yakin, ya gimana bisa terwujud? Mau seberapa besar usahanya, mau seberapa kuat perjuangannya, tapi kalau kitanya sendiri enggak yakin, gimana bisa? Tetep aja enggak bisa terwujud dah itu yang namanya cita-cita. Jadi, intinya ya keyakinannya dulu. Bangun keyakinan bersama dengan perjuangan dan usaha yang kita lakukan.

Tapi gimana kalau udah yakin, tapi masih aja ditolak sama orang? Udah usaha, udah doa juga, tapi masih dianggep enggak bisa apa-apa sama orang. Wah, bagus!!! Kok bagus? Karena justru itulah tantangan.

You will learn a lots with your problem.

Tantangan itu Allah hadirkan bukan untuk menyurutkan keyakinan kita. TAPI justru untuk membuat keyakinan kita semakin bertambah.

Kenali keinginan kita.
Kenali cita-cita kita.
Kenali keadaan kita.
Dan yang terpenting adalah kenali keberadaan Allah.

Banyak orang yang tau Allah, tapi enggak semua orang kenal Allah.

***

Tahun 2018, aku pernah jadi orang yang betul-betul down. Kenapa? Karena pada saat itu lagi banyak-banyaknya pengeluaran. Uang tabungan mulai menipis. Mau minta sama orangtua kok rasanya malu ya? Maluuuu banget. Walaupun orangtua pernah bilang, kalau ada apa-apa bilang. Tapi untuk bilang kok rasanya enggak sampai hati. Berat banget. Hehehe

Apalagi Ummi selalu ngajarin anak-anaknya untuk bisa hidup mandiri. Belajar mandiri memang enggak mudah. Tapi enggak mudah bukan berarti enggak mungkin kan? As we know, enggak ada yang enggak mungkin bagi Allah. 

Sampai satu ketika aku berikhtiar dengan uang 350rb. Aku berangkat ke toko kain. Beli kain buat dagang hijab. Modal segitu mah ya jualan hijab palingan cuma berapa pcs kan? Yaudah. Karena emang cuma punya segitu, akhirnya aku nekat. Enggak apa-apa memulai bisnis jualan hijab dengan modal segitu.

Setelah ngurus semuanya, aku mendapatkan 5 pcs jilbab untuk penjualan perdana. Modal uangnya memang enggak seberapa. TAPI modal yakin yang aku punya itu enggak terbayar seberapapun nominalnya.

Bismillah..
Aku jadikan ini sebagai pembelajaran untuk aku sendiri. Belajar bisnis. Jualannya ke temen-temen deket di DaQu Cikarang. Kenapa aku pede? Karena memang mereka juga yang selalu minta aku jualan apapun yang aku pakai. Seringnya memang mereka tertarik sama barang-barang yang aku pakai sehari-hari, seperti jilbab, gamis, rok, tunik, bahkan outer. Hehe

Jarrib wa laahizh takun 'aarifan

Cobalah dan perhatikan, niscaya kamu akan mengerti. Ini penjualan perdana, maka ini merupakan sebuah pembelajaran yang luar biasa tidak ternilai harganya.

Laku? Laku.
Laris? Laris.
Langsung habis? Langsung.
Kok bisa? Ya karena modal yakin itu.
Keuntungannya? Desedekahin.

Jadi aku dagang jilbab cuma ngebalikin modal awal yang hanya 350rb. Keuntungannya aku belikan nasi box untuk dibagikan ke orang-orang yang kurang mampu. Sedekah Jum'at, namanya. Barakallah..

Lo dagang bukannya buat nyari uang? Kok malah disedekahin?

Hey! Sedekah tuh nabung loh. Nabungin uang kita ke Allah itu ya caranya lewat sedekah. Sambil sedekah, aku yakinin lagi bahwa nanti akan produksi hijab untuk kloter berikutnya. Laris lagi dan bisa sedekah lagi. Alhamdulillah.. Allah izinin lagi tuh.. Produksi hijab, dagang, kemudian sedekah uang keuntungan hasil dagang.

Jadi, aku memulai bisnis bukan dengan jumlah modal yang puluhan juta. Bukan dengan nunggu uang modal terkumpul buanyak buanget. Tapi dengan uang modal seadanya. Sempat skip setahun ini karena enggak kepegang, dan InsyaAllah akan segera mulai produksi kembali dengan branding yang jauh lebih menarik. Aamiin.. Stay tune yaa!!

***

Pelajaran yang bisa kita ambil dari tulisan ini bahwa jadikan YAKIN sebagai MODAL UTAMA. Modal utama itu enggak selalu tentang UANG. Jangan mengukur apa-apa hanya dengan nominalnya.

Ketika lo punya IMPIAN tapi belum sampai ke tahap di NYINYIRIN orang, berarti IMPIAN lo KURANG BESAR.

Dinyinyirin? Wajar. It's normal. Enggak usah ngerasa aneh. Terusin aja. Lanjutin perjalanan kita dalam menggapai mimpi-mimpi kita. Dan yakin, nanti kita bakal jadi orang HEBAT. Enggak usah peduliin nyinyiran orang. Toh, yang berdampak pada masa depan kita kan bukan orang, tapi Allah.

SEMANGAT !!!!!!


Sekian.
Semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

My Only One Favorite Song

Perpustakaan Mini di Sudut Kota Bekasi

Acc Sidang Tesis Jalur Sholawat